Langsung ke konten utama

Nilai Pengetahuan (Rapor)

No Mata Pelajaran Kelas 4
Semester 1
Kelas 4
Semester 2
Kelas 5
Semester 1
Kelas 5
Semester 2
Kelas 6
Semester 1
Rata-Rata
5 Semester
1 Pendidikan Agama 0
2 PPKN 0
3 Bahasa Indonesia 0
4 Matematika 0
5 IPA/IPAS 0
Rata-rata Keseluruhan 0

Perayaan HUT PGRI antara "majikan" dan perjuangan

demonstrasi guru
Hari ini, ribuan guru "menyerbu" Gelora Bung Karno untuk merayakan hari HUT PGRI yang disponsori oleh PGRI. Sebelumnya 2 menteri melarang guru ikut merayakan HUT PGRI karena takut dijadikan ajang politik dan dukung mendukung. Menteri tersebut adalah mendikbud yaitu Anies Baswedan dan Menpan Yudi.

Surat edaran dikirim ke kepala daerah, dinas dan birokrasi dibawahnya agar guru khususnya yang PNS tidak ada yang berangkat ke Senayan, ikut aturan PNS, begitu kurang lebih katanya. Karena bagi guru PNS mereka telah memiliki "majikan" yaitu pemerintah. Mereka dibayar pemerintah dan tentu dituntut harus patuh pada pemerintah dan jangan neko-neko.

Namun demikian, yang terpantau sepertinya edaran dari 2 menteri ini diabaikan, dan kalau dibilang ikut aturan PNS, lha ini kan hari Minggu, hari dimana PNS lepas tugas dan bebas mau melakukan apapun. Ini bukan jaman orba lagi, dimana setiap organisasi massa dikendalikan penuh oleh pemerintah. Apalagi PGRI bukan sekedar organisasi massa belaka, tapi merupakan organisasi profesi. Tentu harus independen dan tidak berada dalam tekanan siapapun. Termasuk "majikan" anggota-anggotanya.

Harapan saya kedepan PGRI selain bisa memperjuangkan kesejahteraan guru juga bisa meningkatkan kompetensi guru. Karena saya melihat kompetensi guru merupakan kelemahan dari guru itu sendiri, dimana kompetensi yang rata-rata rendah dijadikan sasaran empuk untuk "membungkam" suara guru. Kompetensi ini salah satunya dilihat dari Uji Kompetensi Guru (UKG) yang menjadi momok para guru karena banyak guru (terlebih yang sudah PNS dan bersertifikat pendidik profesional) tidak lulus pada UKG yang diselenggarakan pemerintah. Nah disinilah peran PGRI untuk "mensejahterakan" anggotanya (selain tentunya memperjuangkan hak-hak kesejahteraan dalam hal materi).

Mensejahterakan disini adalah  dengan banyak mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar-seminar dan mendorong guru untuk selalu mengembangkan kompetensinya. Misalnya mendorong guru untuk mempunyai blog agar dapat menulis dan membagikan pikirannya. :D

Jangan lupakan pula guru honor, jangan sampai PGRI yang kepanjangannya Persatuan Guru Republik Indonesia menjadi Persatuan Guru pegawai negeRI. Perjuangkan guru honor yang sekarang ini sudah banyak berpendidikan S1 namun diupah dibawah lulusan SMK.

Terlepas dari pro dan kontra, saya ingin mengucapkan Selamat HUT PGRI, Guru... Mendidik Itu Melawan ! 

Baca Juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan BI Rate, The Fed, dan IHSG: Mengapa Penting untuk Diketahui?

(Gambar : Okezone Ekonomi) Kondisi ekonomi global dan domestik sangat mempengaruhi pasar keuangan Indonesia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dua faktor utama yang sering menjadi sorotan para pelaku pasar adalah BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara BI Rate, The Fed, dan IHSG? Mari kita bahas lebih lanjut. Apa Itu BI Rate dan The Fed? BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. BI Rate menjadi acuan bagi suku bunga perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap suku bunga kredit dan tabungan masyarakat. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang menetapkan suku bunga acuan atau yang dikenal sebagai "The Fed Rate." Kebijakan suku bunga The Fed memiliki dampak besar terhadap ekonomi global karena dolar AS merupakan mata uang cadangan dunia. Bagaimana Hubungan Antara BI Rate dan The...

Pengalaman Nonton Ayat-ayat Cinta

Coz webnya kakbayu nggak bisa dibuka ya udah jadinya saya krm in email aja, saya mo cerita nich... Hari jumat yang lalu saya nonton ayat2 cinta bareng ama temen, dan Subhanalloh, mata saya bengkak gedhe banget sekeluarnya dari bioskop, dan bengkak itu 2 hari baru bisa kempes, he he he he he. Sebenarnya saya nangis bukan karena jalan ceritanya, bukan karena Fahri yang begitu sempurna seperti halnya Aisha baik agama maupun hati dan akhlaknya, bukan juga karena nasib Maria yang begitu malang. Tapi ada dua adegan yang sampai sekarang kalo diinget saya masih tetep nangis.

Hati-hati SONY Fakedisk, Flashdisk Palsu di Lazada

Sebenarnya saya tidak mau posting ini, tapi saya rasa perlu kiranya pembaca ketahui bahwa hati-hati jika membeli flashdisk murah meskipun di toko online yang punya nama besar seperti Lazada. Karena ada saja merchant-merchant nakal yang suka menjual barang palsu. Saya baru saja membeli 3 buah flashdisk SONY 32GB MicroVault di Lazada seharga Rp. 60.000 – Rp. 70.000an per buah. Memang sih harga segitu terlalu murah dan seharusnya kita curiga. Tapi nama besar Lazada dengan layanan PERLINDUNGAN PEMBELI 100% serta JAMINAN KEPUASAN membuat saya mencoba membelinya dan ingin mengetahui lebih lanjut. Datanglah flashdisk SONY, atau boleh saya menyebutnya fakedisk SONY merk yang cukup terkenal dan sering dipalsukan. Ciri fakedisknya adalah sebagai berikut: