Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #YukNabungSaham

Hubungan BI Rate, The Fed, dan IHSG: Mengapa Penting untuk Diketahui?

(Gambar : Okezone Ekonomi) Kondisi ekonomi global dan domestik sangat mempengaruhi pasar keuangan Indonesia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dua faktor utama yang sering menjadi sorotan para pelaku pasar adalah BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara BI Rate, The Fed, dan IHSG? Mari kita bahas lebih lanjut. Apa Itu BI Rate dan The Fed? BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. BI Rate menjadi acuan bagi suku bunga perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap suku bunga kredit dan tabungan masyarakat. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang menetapkan suku bunga acuan atau yang dikenal sebagai "The Fed Rate." Kebijakan suku bunga The Fed memiliki dampak besar terhadap ekonomi global karena dolar AS merupakan mata uang cadangan dunia. Bagaimana Hubungan Antara BI Rate dan The...

Untung Rugi Investasi Saham

Banyak orang yang "takut" jika diajak untuk berinvestasi, apalagi investasi saham yang kedengarannya sudah negatif saja di tengah masyarakat. Orang lebih suka berinvestasi dengan misalnya membeli unit link (asuransi plus investasi), padahal jika mereka tahu, yang dilakukan banyak perusahaan penerbit unit link adalah menginvestasikan dana nasabahnya di pasar modal juga dalam bentuk saham, surat hutang dan juga deposito. Selain mungkin ada yang disalurkan dalam bentuk kredit usaha. Banyak orang yang juga lebih tertarik diajak meminjam uang alias kredit ke bank maupun leasing, meskipun bunga yang harus ditanggungnya cukup besar dan bisa membuat keuangan keluarga terganggu. Keuntungan Investasi Saham Ada beberapa keuntungan bagi investor saham, diantaranya: Mendapatkan capital gain, yaitu potensi keuntungan dari selisih kenaikan harga saham dengan harga belinya. Jika kita belum mau menjual saham saat harganya sedang naik, artinya kita baru mendapatkan potensi k...

Portofolio 7 Februari 2018

Setelah lama gak update posisi portofolio, kali ini saya akan kembali melakukan update portofolio saham saya per penutupan sore hari ini. Alhamdulillah saya mulai bisa mengendalikan diri dalam menabung (investasi) saham. Dalam artian saya terus belajar meningkatkan kemampuan pengetahuan sehingga bisa berpikir lebih logis dan lebih penuh perhitungan ketika ingin membeli sebuah saham. Dan proses belajar ini tidak boleh sampai berhenti ! Setelah setahun yang lalu saya memposting portofolio saham saya yang berantakan di sini , dalam rentang setahun itu saya tidak berhenti belajar. Banyak yang mengatakan kalau ingin belajar investasi / trading saham kita harus memiliki mentor. Namun di zaman serba online, kita bisa menemukan banyak mentor di Youtube yang membagi pengetahuannya secara cuma-cuma meskipun ada diantara mereka yang juga "jualan" seminar bagi yang beminat mengikutinya. Berikut portofolio saham saya yang saya screen shoot dari aplikasi eSmart BNI Sekuritas:

Postingan Pertama di 2019

Hi gaes, apa kabar? (Pe'a 😂) Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (WartaEkonomi.Co.Id) Sudah lama nih saya tak posting di blog ini. Kendalanya karena semakin banyak kesibukan baik pekerjaan maupun investasi saham yang saya lakukan. Ngomong-ngomong masalah investasi saham yang saya sedang geluti, terakhir kali saya posting disini  dengan kondisi portofolio yang babak belur. Mungkin banyak dari gaes-gaes sekalian menganggap saya sudah lari dari pasar modal sebagai investor ritel karena kapok akibat kerugian yang saya alami. Memang sempat down juga, namun untuk menambah semangat saya menyempatkan diri ikut Sekolah Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Saya ambil kelas syariah yang level 2. Kaget juga pas masuk kelas, ternyata peminat saham syariah cukup banyak. Para anak-anak muda generasi milenial dan banyak pula yang wanitanya meskipun tak memakai penutup kepala (jilbab) tetapi mengambil kelas pasar modal syariah, bukan yang konvensional. Saya sendiri dat...