Langsung ke konten utama

Nilai Pengetahuan (Rapor)

No Mata Pelajaran Kelas 4
Semester 1
Kelas 4
Semester 2
Kelas 5
Semester 1
Kelas 5
Semester 2
Kelas 6
Semester 1
Rata-Rata
5 Semester
1 Pendidikan Agama 0
2 PPKN 0
3 Bahasa Indonesia 0
4 Matematika 0
5 IPA/IPAS 0
Rata-rata Keseluruhan 0

Dipaksa berbuat baik

artikel
Siang tadi saya mengantar ibunda ke rumah saudara di daerah Bojong Gede. Setibanya disana, saat mama dirumah saudara, saya pergi ke sebuah masjid untuk beristirahat dan menunggu waktu dzhuhur yang sebentar lagi masuk.

Disaat menunggu itulah tiba-tiba datang pengurus masjid yang menurut ceritanya adalah anak dari pendiri masjid tersebut (maksudnya orang tuanya mewakafkan hartanya untuk mendirikan masjid).

Setelah berbincang, dia menawarkan kepada saya untuk bersedekah jariyah karena masjid itu tengah dibangun. Sepontan saya mengiyakan dan langsung menunaikannya. Setelah itu saya kembali duduk-duduk diberanda, kemudian bapak itu berganti pakaian dengan baju koko dikarenakan waktu dzuhur semakin dekat.

Tiba waktu dzuhur, bapak itu meminta saya untuk mengumandangkan adzan dikarenakan bapak itu sedang batuk, dan saya sanggupi lagi. Entah sudah berapa lama saya tidak adzan di masjid, seingat saya terakhir kali saya adzan mungkin saat SMA. Memang saya sering mengumandangkan adzan sedari saya usia SD sampai dengan SMA, setelah itu sudah lebih dari 10 tahun saya tidak pernah mengumandangkan adzan lagi.

Ketika mengumandangkan adzan, teringat kembali saat-saat dulu waktu masih aktif dimasjid, semua ingatan seperti terlintas secara runut. Indahnya masa-masa itu…

Saya bersyukur, hari ini saya mendapatkan setidaknya 2 kebaikan, pertama saya mendapatkan kesempatan untuk bersodaqoh jariyah dan kedua saya mendapatkan kesempatan untuk mengumandangkan adzan. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa, namun percayalah, jika bukan izinNya, bahkan beribadah pun menjadi sulit. Saya pernah mengalami sendiri, saya membawa uang untuk shodaqoh, sampai beberapa hari sulit sekali untuk men-shodaqohkan uang itu, ada saja hambatannya yang membuat uang itu bertahan terus di dompet.

Disini saya mulai berfikir bahwa ibadah atau kesempatan beribadah itu adalah rizky juga. Kamu tidak akan pernah bisa beribadah kalau Dia tidak memberikan rizky beribadah itu kepada kamu. Makanya ada orang yang berharta banyak namun jarang sekali sedekah, mungkin orang itu tidak diberikan rizky untuk bersedekah. Termasuk panggilan untuk berhaji, itu adalah rizky yang luar biasa dari Allah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Yang namanya rizky tentu harus kita jemput, baik dengan ikhtiar maupun doa. Berdoa agar hati kita selalu diberikan ke-istiqomah-an dalam agama Nya sehingga bisa terus diberikan rizky beribadah kepadaNya. Sekali lagi mengapa ibadah itu rizky? Karena kita yang membutuhkannya.

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.

Baca Juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan BI Rate, The Fed, dan IHSG: Mengapa Penting untuk Diketahui?

(Gambar : Okezone Ekonomi) Kondisi ekonomi global dan domestik sangat mempengaruhi pasar keuangan Indonesia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dua faktor utama yang sering menjadi sorotan para pelaku pasar adalah BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara BI Rate, The Fed, dan IHSG? Mari kita bahas lebih lanjut. Apa Itu BI Rate dan The Fed? BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. BI Rate menjadi acuan bagi suku bunga perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap suku bunga kredit dan tabungan masyarakat. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang menetapkan suku bunga acuan atau yang dikenal sebagai "The Fed Rate." Kebijakan suku bunga The Fed memiliki dampak besar terhadap ekonomi global karena dolar AS merupakan mata uang cadangan dunia. Bagaimana Hubungan Antara BI Rate dan The...

Pengalaman Nonton Ayat-ayat Cinta

Coz webnya kakbayu nggak bisa dibuka ya udah jadinya saya krm in email aja, saya mo cerita nich... Hari jumat yang lalu saya nonton ayat2 cinta bareng ama temen, dan Subhanalloh, mata saya bengkak gedhe banget sekeluarnya dari bioskop, dan bengkak itu 2 hari baru bisa kempes, he he he he he. Sebenarnya saya nangis bukan karena jalan ceritanya, bukan karena Fahri yang begitu sempurna seperti halnya Aisha baik agama maupun hati dan akhlaknya, bukan juga karena nasib Maria yang begitu malang. Tapi ada dua adegan yang sampai sekarang kalo diinget saya masih tetep nangis.

Hati-hati SONY Fakedisk, Flashdisk Palsu di Lazada

Sebenarnya saya tidak mau posting ini, tapi saya rasa perlu kiranya pembaca ketahui bahwa hati-hati jika membeli flashdisk murah meskipun di toko online yang punya nama besar seperti Lazada. Karena ada saja merchant-merchant nakal yang suka menjual barang palsu. Saya baru saja membeli 3 buah flashdisk SONY 32GB MicroVault di Lazada seharga Rp. 60.000 – Rp. 70.000an per buah. Memang sih harga segitu terlalu murah dan seharusnya kita curiga. Tapi nama besar Lazada dengan layanan PERLINDUNGAN PEMBELI 100% serta JAMINAN KEPUASAN membuat saya mencoba membelinya dan ingin mengetahui lebih lanjut. Datanglah flashdisk SONY, atau boleh saya menyebutnya fakedisk SONY merk yang cukup terkenal dan sering dipalsukan. Ciri fakedisknya adalah sebagai berikut: