Langsung ke konten utama

Nilai Pengetahuan (Rapor)

No Mata Pelajaran Kelas 4
Semester 1
Kelas 4
Semester 2
Kelas 5
Semester 1
Kelas 5
Semester 2
Kelas 6
Semester 1
Rata-Rata
5 Semester
1 Pendidikan Agama 0
2 PPKN 0
3 Bahasa Indonesia 0
4 Matematika 0
5 IPA/IPAS 0
Rata-rata Keseluruhan 0

Emak gue kena Covid19 dan sembuh...

Gambar : Kemenkes

Emak gue datang ke rumah sambil senyam-senyum, terus emak gue cerita dengan agak pelan suaranya. "Mama kena Covid Bay !" Berdua dengan adik gue, dan adik gue sudah di swab hasilnya positif. Nah emak gue cerita yang dirasain, pertama anosmia yaitu indera penciuman yang menghilang. Bahkan hidungnya dimasukin balsem Geliga gak kecium apa-apa. Cuma panas aja. Begitu juga ade gue, keduanya ibarat Patrick Star yang selama ini gak sadar kalau dia tidak bisa mencium bebauan.

Selain anosmia, yang dirasakan juga badan gak karuan, kepala berat tapi kaya kosong (setidaknya begitulah penggambaran emak gue yang gak pernah sekolah kedokteran). Makan juga jadi gak enak, tapi biar begitu baik emak dan adik gue tetap usahain makan.

Sampai akhirnya emak gue dapat ilham, tiba-tiba saja ujan besar, kepala berat, kayaknya enak diujan-ujanin. Emak gue ambil kursi plastik, taruh di depan rumah dan emak gue duduk sambil ujan-ujanan gak pake penutup kepala. Biasanya gue sering liat nenek-nenek berjemur pake kursi didepan rumah, makanya gue gak bisa bayangin kalau ada nenek-nenek pake kursi ujan-ujanan. Dan biasanya emak gue cepet sakit kalau kena ujan, tapi karena udah sakit, maka kena ujan kan gak mungkin sakit lagi.

Dan segala puji bagi Sang Pencipta, emak gue setelah main ujan-ujanan akhirnya mulai bisa mencium bau lagi. Mulai pulih badannya, begitupun adek gue. Sampai akhirnya mereka berdua sambil cengar-cengir datang ke rumah dan menceritakan pengalamannya. Pantes dalam beberapa waktu cukup lama gak ke rumah, padahal jarak rumah gue deket.


Mereka sengaja diam aja saat positif Covid19, yang penting isoman dan gak keluyuran dulu. Dan satu lagi ujan-ujanan. Gue gak tahu apa karena ujan-ujanan bikin virus Covid19 non aktif, atau karena ujan-ujanan bikin antibodi tiba-tiba saja melonjak naik. Tentu perlu diteliti lebih lanjut. Jangan-jangan terapi Covid19 itu main ujan-ujanan.

Kadang kalau gue pulang kerja, gue juga jadi suka ujan-ujanan diatas motor. Sekalianlah terapi Covid19, bahkan pas sampai depan rumah gue buka helm lalu sengaja kepala gue, gue ujan-ujanin. Mungkin itu tadi, air ujan bisa bikin anti body meroket.

Disclaimer On : Efek mandi hujan bisa berbeda bagi setiap orang, jadi konsultasikan dulu dengan dokter anda. 😅

Baca Juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan BI Rate, The Fed, dan IHSG: Mengapa Penting untuk Diketahui?

(Gambar : Okezone Ekonomi) Kondisi ekonomi global dan domestik sangat mempengaruhi pasar keuangan Indonesia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dua faktor utama yang sering menjadi sorotan para pelaku pasar adalah BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara BI Rate, The Fed, dan IHSG? Mari kita bahas lebih lanjut. Apa Itu BI Rate dan The Fed? BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. BI Rate menjadi acuan bagi suku bunga perbankan dan lembaga keuangan lainnya di Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap suku bunga kredit dan tabungan masyarakat. The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang menetapkan suku bunga acuan atau yang dikenal sebagai "The Fed Rate." Kebijakan suku bunga The Fed memiliki dampak besar terhadap ekonomi global karena dolar AS merupakan mata uang cadangan dunia. Bagaimana Hubungan Antara BI Rate dan The...

Pengalaman Nonton Ayat-ayat Cinta

Coz webnya kakbayu nggak bisa dibuka ya udah jadinya saya krm in email aja, saya mo cerita nich... Hari jumat yang lalu saya nonton ayat2 cinta bareng ama temen, dan Subhanalloh, mata saya bengkak gedhe banget sekeluarnya dari bioskop, dan bengkak itu 2 hari baru bisa kempes, he he he he he. Sebenarnya saya nangis bukan karena jalan ceritanya, bukan karena Fahri yang begitu sempurna seperti halnya Aisha baik agama maupun hati dan akhlaknya, bukan juga karena nasib Maria yang begitu malang. Tapi ada dua adegan yang sampai sekarang kalo diinget saya masih tetep nangis.

Hati-hati SONY Fakedisk, Flashdisk Palsu di Lazada

Sebenarnya saya tidak mau posting ini, tapi saya rasa perlu kiranya pembaca ketahui bahwa hati-hati jika membeli flashdisk murah meskipun di toko online yang punya nama besar seperti Lazada. Karena ada saja merchant-merchant nakal yang suka menjual barang palsu. Saya baru saja membeli 3 buah flashdisk SONY 32GB MicroVault di Lazada seharga Rp. 60.000 – Rp. 70.000an per buah. Memang sih harga segitu terlalu murah dan seharusnya kita curiga. Tapi nama besar Lazada dengan layanan PERLINDUNGAN PEMBELI 100% serta JAMINAN KEPUASAN membuat saya mencoba membelinya dan ingin mengetahui lebih lanjut. Datanglah flashdisk SONY, atau boleh saya menyebutnya fakedisk SONY merk yang cukup terkenal dan sering dipalsukan. Ciri fakedisknya adalah sebagai berikut: